Showing posts with label Lifestyle. Show all posts
Showing posts with label Lifestyle. Show all posts

Wednesday, 23 August 2017

6 Tips Mendidik Saat Menjadi Teman Baik Bagi Anak

Banyak cara bagi orang tua untuk mendidik dan membesarkan anak-anaknya.
  1. Jika melihat anak anda menangis, jangan buang waktu untuk menenangkan dia. Cobalah mengalihkan perhatiaannya dengan menunjukkan burung atau awan di atas langit sehingga ia melihatnya, maka dia akan terdiam. Karena psikologi manusia ketika menangis, turun.
  2. Jika ingin anak-anak anda berhenti bermain, jangan berkata: "dah, sudah bermain, berhenti sekarang!". Tapi katakan kepada mereka: "bermain 5 menit lagi, yaaa". Kemudian ingatkan kembali :"dua lagi Menit, katakan padaku:"dah, waktu bermain berakhir". mereka akan berhenti bermain.
  3. Jika anak-anak adalah atau menyebabkan di suatu tempat, dan anda ingin mengalihkan perhatian mereka, katakan, " siapa yang ingin mendengar cerita ibu? Angkat Tanganmu, lalu satu tanganmu, kemudian ditimpa dengan anak-anak yang lain, dan semuanya akan tenang.
  4. Katakan pada anak-anak saat mau tidur:"tidur sayang.. besok pagi kan kita sholat subuh", maka perhatian mereka akan selalu ke akhirat. Jangan berkata: "mari kita tidur, besok kan sekolah", akhirnya mereka tidak sholat subuh karena perhatian nya adalah dunia.
  5. Nikmati masa kecil anak-anakmu, karena waktu akan berlalu dengan cepat. Kenakalan dan tidak akan lama, itu akan menjadi kenangan. Bermain dengan mereka, tertawa dengan mereka, lelucon dengan mereka.
  6. Tinggalkan hp seketika, dan matikan tv. Jika ada teman yang memanggil bisnis penting, katakanlah:"aku minta maaf, aku sibuk dengan anak-anak". semua ini tidak menyebabkan anda jatuh, atau hilangnya hilangnya.
Orang bijak tahu bagaimana cara cara menyeimbangkan semuanya dan pendidikan anak. Selain itu, jangan lupa berdoa dan bermohon kepada Allah. Dengarkan doa kita didepan anak-anak supaya mereka tahu betapa pentingnya mereka pada kita.

Sasaran dan Skema Penilaian serta Kejuaraan PSSDW Brebes 2017

Bagi anda warga Brebes yang mempunyai potensi serta memiliki keinginan kuat untuk memberikan kontribusi bagi tanah kelahiran, anda berkesempatan untuk mengikuti dan menjadi peserta dalam ajang Pemilihan Sinok Sitong Duta Pariwisata Kabupaten Brebes Tahun 2017.

Kegiatan ini diselenggarakan oleh Pemerintah Daerah melalui Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Brebes yang dibuka sejak tanggal 17 Juli 2017 samapi dengan 28 Agustus 2017.

Sasaran PSSDW Kabupaten Brebes Tahun 2017

Kegiatan Pemilihan Sinok Sitong Duta Wisata Kabupaten Brebes adalah sosok putra-putri dari Kabupaten Brebes dengan kriteria:
  • Usia minimal 17 tahun
  • Tinggi Badan minimal putri 160 cm, putra 165 cm
  • Penduduk asli Kabupaten Brebes ditunjukan dengan copy KTP atau kartu pengenal lainnya;
  • Pendidikan minimal SMA/SMK atau sederajat atau dari kalangan mahasiswa dan umum;
  • Berbadan sehat, ditunjukan dengan surat keterangan sehat dari dokter setempat.
Persyaratan tersebut mutlak harus dipenuhi oleh peserta sinok-sitong Duta Wisata Kabupaten Brebes dilengkapi dengan persyaratan penunjang lainnya.

Skema Penilaian Kegiatan Pemilihan Sinok Sitong Duta Wisata Kabupaten Brebes

Sebagai obyektifitas dalam penilaian para finalis serta informasi kepada para peserta mengenai sistim penilian PSSDW 2017 ini, konsep ini bertujuan adanya persamaan persepsi dalam penilaian ajang pemilihan Sinok Sitong di 35 Kabupaten/Kota yang ada di Jawa Tengah, sistim penilaian sebagai berikut:

  1. Sistim Penilaian Terbuka Konsep ini menggunakan sistim penilaian bahwa dirinya sebagai obyek sedang dinilai oleh juri.
  2. Sistim Penilaian Tertutup Sistim penilaian yang tidak diketahui oleh obyek, bahwa dirinya sedang dinilai oleh dewan juri.
  3. Penilaian terhadap Materi dan Bobot Nilai
  • Administrasi Kelengkapan Administrasi: 5%;  Video Vlog: 10%; Pembinaan/Karantina: 20%; Tes Tertulis: 15%;  Tes Wawancara: 15%; Observasi / Guide Challenge: 10%.
  • Penampilan Grand Final Perfomance: 10%;  Pertanyaan dewan juri: 15%
  • Total bobot nilai (Administrasi + Penampilan Grand Final): 100%

Kejuaran Pemilihan Sinok Sitong Duta Wisata Tahun2017

Beberapa kejuaraan dapat dirubah sesuai dengan tingkat kebutuhan dan jumlah anggaran yang tersedia, berikut kategori kejuaraan yang dilaksanakan oleh Kabupaten Brebes:
  1. Juara I Sinok dan Sitong
  2. Juara II Sinok dan Sitong
  3. Juara III Sinok dan Sitong
  4. Juara harapan I Sinok dan Sitong
  5. Juara harapan II Sinok dan Sitong
  6. Juara harapan III Sinok dan Sitong
  7. Juara Favorit Sinok dan Sitong
  8. Juara Intelegensia Sinok dan Sitong
  9. Juara Persahabatan Sinok dan Sitong
  10. Juara Kepribadian Sinok dan Sitong

Saturday, 22 July 2017

Pria dan Wanita Sejati Wajib Mengetahui Keutamaan Wanita Sebagai Istri dan Ibu dari Anaknya

Seorang wanita bisa merangkap banyak jabatan baik dalam keluarga atau rumah tangga maupun dalam bidang kehidupan lainnya. Di lingkungan keluarga, selain menjadi seorang anak, kedudukan wanita bisa sekaligus menjadi istri dan ibu dari anak-anaknya.

Lalu apa kelebihan wanita saat berperan dalam rumah tangga? Hal ini yang wajib diketahui baik bagi laki-laki yang belum menikah ataupun sudah menikah, termasuk bagi perempuan itu sendiri yang sudah bersuami maupun akan mendapatkan suami.

Bagi laki-laki yang belum menikah, membaca artikel ini akan memberikan pengetahuan bagaimana menentukan wanita yang akan dipinangnya. Bagi laki-laiki yang sudah menikah, pengetahuan ini bisa menjadikannya lebih menghargai kaum wanita. Bagi perempuan yang belum menikah, bisa menambah kuat tekad untuk segera menikah. Bagi perempuan yang sudah menikah, akan lebih semangat lagi melayani suami dan menjadi ibu yang baik.

Berikut ini kelebihan wanita yang telah berhasil menjadi istri sekaligus ibu:

  1. Doa seorang isteri yang taat memiliki kekuatan 70 wali
  2. Isteri yang membuatkan minum suami tanpa diminta, pahalanya 3 x khatam Qur'an.
  3. Masakan isteri yang dilakukan secara sunah dan dimakan suami beserta keluarga pahalanya semua untuk isteri dan do'a suami yang memakan masakannya diijabahi.
  4. Isteri yang membangunkan suami untuk sholat atau mengingatkan sholat berjamaah di masjid pahalanya 27+1
  5. Isteri yang kelelahan bangun malam karena anaknya minta susu sama dengan pahala 70 x haji mabrur
  6. Seorang ibu yang menyusui setiap tetes susunya senilai 200 x sholat khusu dan doanya di ijabah' (fadilah wanita)
  7. Burung di udara dan malaikat dilangit akan selalu memintakan ampunan kepada Allah selama Isteri dalam keridhoan suami.
  8. Bila seorang suami pulang dengan gelisah dan isteri menghiburnya maka isteri mendapatkan 10 pahala jihad.
  9. Bila seorang wanita hamil sholatnya dua rekaat adalah lebih baik dari 80 rakaat sholat wanita yang tidak hamil.
  10. Bila seorang wanita hamil akan mendapatkan pahala 70 tahun sholat dan 70 tahun puasa.
  11. Wanita yang mencuci pakaian suami dan anak-anaknya akan mendapat 1000 kebaikan dan akan diampuni kesalahannya, bahkan segala sesuatu yang disinari matahari memintakan ampun baginya dan Allah SWT mengangkat derajatnya 1000 tingkat.
  12. Wanita yang menyusui anaknya, maka setiap tetesan air susu tersebut akan mendapatkan 1 pahala dan apabila cukup 2 tahun menyusui maka malaikat dilangit akan mengabarkan berita bahwa SURGA wajib bagi nya".
  13. Apabila sorang wanita kedatangan haid maka haidnya akan menghapus dosa-dosanya.
  14. Apabila ia membaca pada hari pertama keluar haid "Alhamdulilahi ala kullu halin wa astagfirullaha min kulli zanbi" Maka Allah Swt akan membebaskannya dari jahanam, shirat & adzab.
  15. Setiap hari dari haidnya, Allah tinggikan dia dengan pahala 40 orang mati syahid apabila ia berdzikir.
SUBHANALLAAH... Betapa sayangnya Allah Swt terhadap kaum wanita. Semoga kita mendapat pasangan hidup yang soleh dan solehah #Amin_yarobbalalamin Jika ada orang yang menerima dan mengamalkannya,mengajarkan pada orang lain, anda akan menimba pahala sebagai ilmu yang bermanfaat, yang dapat membantu kita di akhirat kelak.

Jangan Memberi Image Istri matre

"Pah, ini daftar belanjaan kita sebulan yaa"
"Yaa, besok belanja papah kasi uangnya. 300 cukup kan?"
(Dalam hati bengong duit 300 buat beli sabun ma odol juga abis.)
"Anterin aja yah paaah, sekalian jalan jalan"
(Sengaja minta anter biar papah tau berapa ongkos buat mandi dan makan sebulan.)
Hari H pun tiba.
Sampe swalayan cuma ngambil kebutuhan mandi beras minyak ma kopi aja buat sebulan.
(Ini di luar kosmetik baju dan lain lain.)
Angka di layar kasir hampir 800 ribu.
Dan sepertinya Aku sukses bikin si papah bengong...
Di perjalanan pulang...
"Duit se juta ga nyampe sehari abis ya mah, cuma dapet beginian doang"
(Dalam hati aku ; "makanya jangan suka ngatain istri boros suruh hemat bla bla bla")
"Pah kosmetik mamah udah pada abis, bedak, krim wajah, body lotion, parfum mamah sama papah juga udah abis, terus mamah mau beli daleman buat papah sama anak2 juga. Oiya bumbu dapur semua abis kita sekalianke pasar ya beli bawang cabe sayuran"
(Si papah tiba tiba berhenti, ambruk dan KEJANG KEJANG.)
Cerita di atas cuma fiktif, bersumber dari curahan hati kawan kawan.

Pesannya : Buat laki laki yang udah berkeluarga. Plis jangan Judge para istri2 ini MAKHLUK MATREALISTIS.

Uangmu di belanjakan juga untukmu dan anakmu.
Bahkan untuk keperluan pribadi mamah sendiri pun sudah tidak di perdulikan jika melihat keadaanmu yang belum sanggup memenuhi kebutuhan kita. Buat mamah, yang penting anak sehat terawat dan kamu makin ganteng karena mamah merawatmu dengan benar.

Tapii ...tooh kamu tetap berpaling ke perempuan lain yang kecantikannya selalu terawat.
Pah, Jangan suka marah jika rumah berantakan.
Jangan marah kalo mamah belum masak buat makan malam kamu.
Bahkan jika mamah ketiduran sebelum sempat melayani kamu.

Jika yang menjadi tuntutanmu adalah rumah bersih, makanan enak tersedia, pelayanan ranjang yang memuaskan. Coba papah samakan Bayaran pembantu dan wanita penghibur dengan uang yang papah berikan ke mamah...
Sama kah?

Bahkan itu masih di luar kemampuanmu.
Masih bisakah kau kasar dan membantak ku...
buatlah aku tesenyum dlm keadaan apapun
Sudah lah curhatnya , mamah mau istirahat...

Jika sakit nya blm reda hubungi dokter....atau minum bodrek hehehe

Kisah Lelaki Romantis: Istri Tidak Diciptakan untuk Urusan Dapur, Sumur, dan Kasur Saja

Ditulis oleh Fissilmi Hamida (@fissimihamida)

Ini kisahku, ketika bercakap-cakap dengan seorang lelaki atheis saat kami tengah memasak bersama di suatu pagi buta sebelum Subuh tiba, tepat saat hari Idul Adha. Sebuah percakapan tentang apa definisi “good husband” menurut dirinya, sebuah pemikiran dari seorang atheis yang membuatku tak bisa berkata apa-apa.

Kita bisa memetik pelajaran dari siapa saja, kan?

Saat itu adalah hari Idul Adha. Samar Samar kudengar suara seseorang sedang memasak di dapur yang terletak di ujung. Meski kamarku berada di ujung yang lain, tetap saja aku bisa mendengar saat piring bersentuhan dengan piring yang lain sehingga menghasilkan bunyi ‘cring‘.

Saat itu masih pukul 4.30 pagi. Masih jauh dari Subuh karena masa itu, Subuh disini hampir pukul 6 pagi. Tapi sudah ada yang sibuk di dapur? Penasaran, aku segera menuju kesana. Hmmmmm… penasaran hanya bumbu saja, karena aku juga memang akan ke dapur untuk memasak. Tentu saja aku harus memasak pagi-pagi sebab aku tidak ingin terlambat sholat Eid yang baru akan pertama kali aku lakukan di negeri Ratu Elizabeth ini.

“Hi, morning,” sapa lelaki asal Tiongkok bertubuh kekar itu sembari jemarinya sigap memotong kentang.

“Morning,” jawabku sambil meraih pintu kulkas.

“Where is your wife?” tanyaku.

Lelaki itu adalah flatmate ku. Kami tinggal di flat yang sama, di Chantry Court 407 lantai 4, tapi beda kamar. Ia tinggal sekamar dengan istrinya. Untuk beberapa minggu, ia memang menemani istrinya disini sebelum kembali bertugas di Dubai.

“She is still sleeping,” (dia masih tidur), jawabnya. Kentang yang tadi dipotongnya, sekarang sudah berpindah ke atas wajan.

“Why doesn’t she cook for you?” (Kenapa dia nggak masak buat kamu? tanyaku.

Jujur, aku penasaran. Karena aku belum melihat istrinya ke dapur untuk memasak. Sesekali memang istrinya menemani di dapur. Tapi hanya duduk menemani, bukan untuk memasak.

“She can’t cook. So, it’s my responsibility as her husband to serve her,” (dia tidak bisa memasak. Jadi, tanggung jawabku sebagai suaminya untuk melayaninya), jawabnya, membuatku sedikit tersentak.

Karena istrinya tidak bisa memasak, lelaki itu menganggap bahwa dia sebagai suami yang harus bertanggung jawab melayani istrinya. Jawaban yang menarik dari seorang atheis. Aku jadi tertarik melanjutkan perbincangan dengannya, melupakan sayuranku yang baru separuh aku potong.

“Wow, nice,” ucapku. “So, you don’t think that a wife must be able to cook?” (jadi menurutmu, seorang istri nggak wajib untuk bisa masak?, sambungku lagi.

Lagi-lagi ia tersenyum. Ia memang murah senyum. Setelah memasukkan daging ke dalam wajan, ia berbalik arah menghadapku.

“Yeah, I never think that way. Who says that a wife must be able to cook?” (Memangnya siapa yang mewajibkan seorang istri harus bisa memasak?) Ia berbalik arah, menambahkan air pada masakannya.

“But many people think that way, declaring that cooking is wife’s responsibility. What do you think.” (tapi banyak yang kekeuh kalau memasak itu ya tugas istri.) kataku.

“Yeah, they do, but I don’t.” (Aku nggak berpikir kayak mereka). Ia memberikan sedikit merica bubuk pada masakannya.

“In my marriage principal, there is no exact separation of duty like a wife must do bla bla bla and a husband must do bla bla bla. It’s more about helping each other, sharing the duty together,“ (Dalam prinsip pernikahanku, nggak ada pembagian pasti tentang istri harus begini, suami harus begitu. Menikah itu menurutku tentang bagaimana kita saling membantu dan saling memikul tanggung jawab bersama). jawabnya, kembali membuatku tersenyum.
Interesting!

“Can’t agree more about that. But too bad that many people are still standing on that old belief,” (Setuju. Sayangnya, masih saja ada orang yang berpikiran begitu), timpalku.

“Yeah, it happened in my life too. Some people questioned my decision to marry a woman who can’t do housewife jobs. But the ability to do a housewife jobs is not a basic principal for marriage life,” (Aku juga mengalaminya, kok. Banyak yang bertanya-tanya kenapa aku mau menikahi perempuan yang nggak bisa melakukan pekerjaan rumah tangga. Tapi, kemampuan untuk melakukan pekerjaan rumah tangga bukanlah prinsip dasar sebuah pernikahan), katanya.

“And, I marry her the way she is. Not because she can do something.” (Dan aku menikahinya karena apa adanya dia, bukan karena dia bisa atau tidak bisa melakukan sesuatu). Lagi-lagi aku tidak bisa bilang untuk tidak setuju.

“Absolutely,” kataku sambil melanjutkan pekerjaanku : memotong-motong sayuran.

“Furthermore, she is here to study. So, how can I demand her to serve me?” (Apalagi dia disini untuk kuliah. Bagaimana mungkin aku tega menuntutnya untuk melayaniku?) Ia mengecilkan kompor.

Ya Tuhan. Bikin baper nggak, sih? Benar-benar suami yang baik.

“So, you don’t mind anything about this?” (Jadi kamu sama sekali nggak masalah dengan semua ini?) Sekadar memastikan. Siapa tahu lelaki itu pernah berada pada satu titik dimana ia merasa keberatan dengan kehidupan pernikahan yang dijalaninya.

“I don’t mind anything. This is one of my way to love her,” (Sama sekali nggak masalah. Ini justru salah satu caraku untuk mencintainya), katanya.

Sumpah. Ini manis sekali!

“She is lucky to have you,” (Dia beruntung memilikimu), kataku. Dia kembali tersenyum.

“And so am I. I am lucky to have her. She can accept all weaknesses I have, so why I shouldn’t accept her weakness too?” (Aku juga beruntung memilikinya. Kalau dia saja bisa menerimaku dengan segala kekuranganku, kenapa aku enggak?

“Anyway, you are Muslim, aren’t you? “ (ngomong ngomong, kamu muslim, kan?) tanyanya, memecahkan lamunanku yang tetiba teringat akan suamiku tercinta.

“Yes, I am. Why?” tanyaku.

“Is it okay for you to cook with me? I heard that Muslims are forbidden to eat pork but now I am cooking pork,” (Kamu nggak papa masak bareng aku? Setahuku muslim nggak boleh makan babi, dan ini aku masak babi). katanya. Rupanya daging yang dimasaknya adalah daging babi.

“It’s okay. As long as we dont cook in the same pan and we don’t wash it with the same sponge, it’s okay. No need to worry,” (Nggak apa apa. Selama kita nggak masak pakai wajan yang sama dan cuci piring pakai spons yang sama, nggak masalah), jelasku.

Kami memang memasak di dapur yang sama, tapi lelaki itu sangat mengerti batasan. Ia sama sekali tidak pernah menyentuh peralatan masakku, termasuk juga peralatan makan. Ia juga memakai spons yang berbeda untuk mencuci peralatan dapurnya.

“Hey, I am done. I have to wake her up to have breakfast together,” (Eh, aku udah selesai. Aku mau membangunkan istriku dulu untuk sarapan bersama), katanya, berpamitan untuk membangunkan istrinya untuk mengajaknya sarapan bersama.

❤❤❤
Sungguh, masih lekat dalam ingatan ketika aku begitu meradang melihat banyak lelaki dan para suami di timeline facebook-ku ramai-ramai men-share sebuah meme dengan foto Menteri Susi yang diberi caption:

"YANG ISTRINYA NGGAK BISA MASAK, TENGGELAMKAN!" atau "PUNYA ISTRI NGGAK BISA MASAK? TENGGELAMKAN!

Pernah lihat, kan meme menyebalkan ini?

Duhai, sayang. Andai semua lelaki berpikiran seperti ini, maka meme menyebalkan untuk "menenggelamkan" istri yang tidak bisa memasak itu tidak akan pernah ada.

Semoga kisah ini menjadi pengingat bagi kita semua, agar tak semena-mena "menenggelamkan" istri hanya karena ia tidak bisa memasak atau kurang terampil melakukan pekerjaan rumah tangga, sebab seorang istri tidak diciptakan Tuhan untuk urusan dapur, sumur, dan kasur belaka.

Selain itu,

".... sebab sejatinya, menikah itu tentang bagaimana saling membantu dan saling memikul tanggung jawab bersama."

Dan dari pada saling menenggelamkan, bukankah lebih baik berlayar bersama, saling bahu membahu menjalankan biduk rumah tangga?

❤❤❤
Masa itu, setelah lelaki berpostur tinggi itu kembali ke kamarnya untuk membangunkan istri tercintanya, aku kembali melanjutkan pekerjaanku, sembari membayangkan wajah lelaki tercintaku, dengan segala cinta tak bersyaratnya untukku.

Terimakasih, Tuhan, telah Kau ciptakan dia untukku.

Pertamakali ditulis saat itu,
Di Denmark Street,
25 September 00.30 UK time.
11° C
[picture taken from pinterest]
____________________________________________

Kalian tahu. Selepas suaminya kembali ke Dubai, sang istri berusaha keras untuk mencoba memasak sendiri daripada terus menerus membeli makanan siap saji. "Aku ingin memberi kejutan untuk suamiku saat aku bertemu dengannya lagi nanti," begitu katanya. Aku bercanda meledeknya. Memegang pisau saja ia kaku sekali. "Lihat saja. Aku pasti bisa jadi sehebat chef ternama!". Lalu kami tertawa bersama. Aku tersenyum melihatnya begitu bersemangat memporak-porandakan dapur dengan contekan di sebelahnya, entah dari buku resep, atau contekan dari smartphone-nya. Benar, kami memang sering memasak bersama.

Kami memang dekat dan akrab. Sebab penghuni kamar lainnya di flat kami adalah berjenis kelamin pria. 6 bulan berlalu. Saatnya sosok berambut panjang hitam dan lurus yang tak pernah mau berpakaian pendek saat ada lelaki di dapur itu harus kembali ke negaranya. Aku sedih. Namun aku juga bangga padanya. Ia yang dulu tak pernah menyentuh dapur seumur hidupnya, kini berhasil menaklukkannya, meski mungkin memang belum sehebat beberapa yang lainnya. Tak bisa kubayangkan betapa manisnya saat ia dan suaminya kembali bersua, dan suaminya mendapatinya telah mampu menyajikan masakan lezat yang begitu menggugah selera. Yah... meski aku tak pernah berkesempatan mencicipi masakannya lantaran ia seringkali memasak babi & menggunakan minyak babi di masakannya

status Ummu Utsman Alfalimbaniyah